Medan

“Kamu gila, ya?”

“Nggak, Phi.”

“Lalu kenapa?”

“Semua itu butuh perjuangan, kan?”

“Tapi yang ini…”

“Yang ini kenapa? Phi, kamu sendiri yang selama ini selalu bilang ke aku, nggak ada satupun hal di dunia yang gratis. Kamu yang selalu kasih aku semangat buat berjuang. Kenapa kamu mendadak berubah?”

“Yang ini beda, Dyan. Beda.”

“Apa bedanya, Phi?”

“…”

“Tuh kan, kamu toh juga nggak bisa kasih aku jawaban.”

“Dyan, tolong…”

“Aku yang minta tolong kamu, Phi. Tolong. Cuma kamu yang selalu bisa mengembalikan semangatku. Tolong jangan pergi di saat-saat begini…”

Malam itu kamu kirimkan cinta ke medan perang, dan aku cuma bisa melambaikan tangan dari kejauhan. Karena aku tak punya pilihan. Apapun yang terjadi seusai gencatan senjata nanti, hatiku tetap bukan ke mana cintamu berpulang.

Iklan

3 thoughts on “Medan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s