Pamit

Kita tidak pernah tahu apa yang dipikirkan langit tentang kita. Tapi aku percaya matahari punya alasan untuk setiap sinar yang ia pancarkan, bahkan mungkin dengan hitungan untung-rugi yang matang. Dan bahwa awan-awan tak sekedar menggotong uap air ke sana ke mari, tapi membawa sandi rahasia yang mungkin hanya bisa ditangkap oleh segelintir insan: paranormal, orang gila, atau tukang gombal.

Dari tiga golongan manusia ini, belum ada satu pun yang bisa kupercaya. Lebih tepatnya, aku tidak ingin percaya. Mereka selalu mengutarakan hal yang sama tiap kutanya, seolah cuma sebatas itu kosakata yang pernah mereka pelajari di sekolah. Mereka bilang aku pemimpi, berusaha mengerti angkasa hanya dengan batas kemampuan orang waras. Tapi bagaimana aku mau percaya kalau saran yang mereka beri selalu sama – pergi, sementara sekujur tubuh ini seolah membatu?

Sayangnya, kamu yang kuandalkan jadi tempat nomor satu untuk berkeluh kesah, tak mengerti pesan-pesan tersirat dalam pertanyaan-pertanyaanku. Dan kamu menjawab ala kadarnya, seperti kamu memberi jawaban pada teman-temanmu yang lain, yang menghujanimu dengan puluhan kisah tiap harinya.

Baru detik ini kusadari, memang kemampuanku sebagai manusia biasa tak cukup untuk mengartikan langit. Aku memang harus pergi. Dari kamu, bukan dari dia. Dunia tak pernah tinggal diam, sehebat apapun aku mampu memprasastikan sebuah cerita. Dan ketika aku mengira aku masih di persimpangan yang sama, sesungguhnya aku telah memilih dan kini berada di dilema yang berbeda.

Aku tak berharap kamu mengerti, apalagi memaafkan. Surat ini cuma pamitan. Sekaligus izin untuk mengabadikan kamu dalam prasasti, untuk suatu hari nanti dikenang dalam hati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s