Muara

“Berjanjilah bahwa kamu pasti kembali.”

Dia menggeleng. “Aku tak tahu ke mana kita akan jatuh.”

Lengan kalian yang sedari tadi menggenggam rapat mulai gemetaran.

“Tapi percayalah,” bisiknya dengan suara yang tinggal setengah, “Semuanya bermuara ke laut. Akan kucari kamu di sana. Seluas apapun tempat itu, aku akan menemukanmu.”

Kamu tersenyum. Senyum yang takkan pernah ia lihat karena matanya yang mulai kabur. Sejurus kemudian kamu pun ikut meleleh. Melebur bersamanya.

Dan jatuh ke bumi sebagai setetes hujan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s