Bom Waktu

Mereka berlarian ke ujung yang sama. Dengan muka pucat pasi. Mengawal bom waktu, bertukar isyarat dengan muka-muka penuh tanda tanya di sekelilingnya. Diiringi dengan tanda peringatan yang tak kalah menggelegar, bahkan memancarkan sinar menyilaukan untuk mencari perhatian semua orang.

“Cepat pergi,” mereka mendesis bergantian. “Kita tak punya cukup waktu.”

Orang-orang berhamburan, mencari tempat perlindungan. Sambil berharap-harap cemas pada mereka yang sibuk berlari. Yang sejenak kemudian, meledak satu persatu bersama bom yang mereka masing-masing bawa. Berpendar, berubah wujud menjadi bulir-bulir air. Lalu berdansa bersama angin dan petir. Dan jatuh ke bumi. Memulai kehidupan baru.

(6 Maret 2010 – dan kemudian hujan pun turun…)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s