Untuk Diingini

Akhirnya aku punya cukup keberanian untuk mengakui: aku juga sama seperti dia. Mungkin pada intinya, semua orang cuma ingin diingini. Tidak lebih, tidak kurang.

Aku tak pernah membayangkan dirimu akan punya peran dalam kisah ini. Aku tak pernah mengira aku bisa jatuh hati pada seseorang tak sudah sekian lama bertahan, menaruh harapan pada hati yang lain.

Aku tertawa getir, menggeleng malu pada diriku sendiri. Pada hatiku, yang selama ini aku bohongi. Berbulan-bulan, bertahun-tahun, aku berkacak pinggang tiap kali hatimu patah. Berteriak gemas tiap kali menyaksikan kamu lagi-lagi jadi korban permainan layangan cinta. Puluhan kali kusarankan kamu untuk mundur, namun semuanya berlalu bak angin malam. Yang menyapa bulan cukup lewat satu hembus napas lalu beranjak pergi.

Akhirnya aku menyerah, dan aku tak lagi peduli. Lebih tepatnya, kusuruh hatiku untuk tak lagi peduli. Sayangnya otak tak punya kuasa atas hati: dua-duanya ada di peta kekuatan yang sama, walau tak selalu seia sekata. Pasukan isyarat yang aku luncurkan untuk mematahkan kegigihanmu kini terdesak mundur dan justru menyerangku balik. Tanpa kusadari, aku jatuh hati. Akan keteguhanmu, akan cintamu, akan ketulusanmu.

Saat ini, akhirnya aku paham, kekesalanku pada kegigihanmu bukan didasari rasa kasihan. Bukan karena ingin menyelamatmu dari kejatuhan. Aku cuma iri, titik. Aku ingin diingini, tak ubahnya dia yang tak henti menarik ulur benang hatimu. Kami cuma butuh pengakuan bahwa kami berharga. Bahwa kami patut diperjuangkan dengan segenap jiwa.

Satu pesan baru masuk ke telepon selulerku. Dari kamu. Curhat singkat tentang sebuah peristiwa yang baru terjadi antara kalian berdua. Kamu yang masih berusaha mereka-reka isi hatinya. Semua curhatmu sebenarnya cuma derivasi detail dari satu pertanyaan yang sama: apakah ia bermaksud mengatakan “ya” atau “tidak”. Dan jawabku selama ini selalu memihak padamu, sambil kesal pada ia yang tak kunjung memberi kepastian.

Namun tidak mulai malam ini.

Jari-jariku mulai mengetik.

I know what she feels.

Pesan terkirim.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s