Selamat Jalan

Kamu tak lagi mau mengalah. Percuma, buat apa. Toh dulu keputusanmu mengalah justru dibalas dengan kekalahan.

Kali ini kamu tak mau lagi dipecundangi kesempatan. Ketika upaya diplomasi gagal, ketika posisi jenderal penyusun strategi dalam bunker ternyata sia-sia, saatnya melepas topi dan jubah berlencana. Saatnya maju, mengesampingkan sungkan dan ragu.

Selamat jalan. Kulepas kamu demi satu peperangan, yang mungkin bisa mengakhiri rezim sang salju di hatimu. Menguburnya dalam makam bernisan kenangan, menaburkan kuncup bunga di atasnya. Sekalian menandai awal musim semi.

Selamat jalan. Semoga kamu bahagia. Bawa cintamu yang paling indah sebagai senjata. Tinggalkan air matamu. Biar aku yang menanggung.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s