Palsu

Siapa bilang senyumku padamu palsu? Nonsens.

Berulang kali mereka katakan, tak usah berpura-pura. Tak usah pura-pura tersenyum saat di depanmu, kalau setelah kamu berbalik dan menjauh aku cuma bisa meraung dan merindu. Tak usah membohongi perasaan, kata mereka. Tapi apa yang mereka tahu tentang aku, tentang jengkal dan sudut hatiku?

Tak ada satupun senyum yang kuhidangkan paksa kepadamu. Yang lain tak lagi muat dalam duniaku ketika kamu ada. Segala ragu, segala rindu; segala takut, segala cemburu, semua melebur dalam kehadiranmu. Kehadiranmu terlalu berharga. Walau cuma sementara. Bagaimana mungkin aku memasang muka cemberut pada kesempatan yang belum tentu hadir lima menit dalam sehari?

Katakan aku naif. Katakan aku bodoh. Aku tak peduli.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s