Pincang

Siapa bilang cinta membutakan? Kamu salah. Cinta melumpuhkan satu kaki logika demi mendonorkannya pada angan. Akibatnya angan melesat, sementara logika yang pincang, tertinggal di belakang. Tertatih-tatih mengejar.

Cepat atau lambat, angan akan berlari terlampau cepat. Lupa bahwa satu kakinya hanya transplan. Lupa bahwa sambungan serat-serat ototnya masih rapuh. Cepat atau lambat, logika akan berhasil mengejar angan, dan saat itulah yang akan jadi awal mula dari segalanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s