Batas

hujan mengecup kening pertiwi
meninabobokan siang, membangunkan malam

lihat, Pejuang
langit bahkan tak ingin air matamu terbuang

lihat, Pejuang
ini tangis yang harus mereka bayarkan

resapi, Pejuang
ini reguk terakhirmu
sebelum getir darah
sebelum asam anggur
sebelum tajam tiara

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s