Pulang

Di kaki bukit Panderman aku terdiam, menatap nanar pada hamparan luas kota Malang. Menyaksikannya bermetamorfosis.

Kota yang semula matriks atap pelan-pelan berubah wujud jadi liukan nyala lampu saat senja. Lalu berubah jadi seperti kebun bintang di padang luas angkasa ketika petang dibutakan oleh bulan.

Ribuan rumah ada di sana, dan aku tak tahu milikku yang mana. Tapi aku selalu tahu jalanku pulang, entah dengan insting, entah dibantu oleh papan-papan penunjuk jalan. Tapi aku selalu tahu.

Pada jutaan bintang artifisial yang kupandangi malam ini, aku berucap satu mimpi: aku ingin kamu jadi salah satu rumah itu, tempat hatiku pulang di setiap ujung hari.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s