Aku Takkan Bilang

Aku takkan bilang aku mencintaimu dengan sepenuh hati, karena aku tidak punya alat ukur hati. Apalagi bilang cintaku sebesar jiwa. Kebesaran macam apa yang bisa kubanggakan dari jiwa yang bahkan tak mampu legawa ketika kamu tidak juga memilihku?

Aku tidak akan janji mencintaimu seumur hidup, karena aku yakin pasti terselip setidaknya satu-dua detik saat aku lupa akan cinta itu. Aku tak sanggup bilang menerima kamu apa adanya, kecuali kalimat itu punya tenggang waktu yang jelas. Hidup bukan sebuah konstanta. Kamu akan berubah, aku pun juga. Sesuatu yang aku kagumi dari kamu saat ini, belum tentu kudapatkan besok, belum tentu aku cari besok lusa.

Aku juga tidak mampu mencintaimu dengan hati-hati. Pertama, karena aku cuma punya satu hati, bukan dua; kedua, karena aku mau kamu mengenalku sebagaimana aku ada, sebagaimana aku akan berubah setiap detik. Aku ingin kamu tetap jadi yang paling dan serba tahu tentang kondisi terbaru hidupku.

Aku tak mampu berjanji untuk tidak mengecewakan kamu, karena aku yakin, cepat atau lambat aku akan sesekali mementingkan diriku lebih daripada kamu. Aku tak bisa mencintaimu tanpa pamrih sama sekali. Seandainya aku bisa, takkan ada hari-hari kurang tidur dan doa-doa penuh tangis sebelum kita memutuskan mau menyamakan haluan hidup kita berdua.

Dan sekarang juga aku katakan, saat hatimu disekap cinta pun, jangan sekali-kali kamu anggap aku sempurna. Jangan kamu gantung anganmu tinggi di pucuk sabit bulan, hanya untuk jatuh ketika ia berubah jadi satu bulatan. Aku cuma manusia biasa, kamu pun juga. Kita memilih untuk menyatu karena kita merasa sanggup menyesuaikan diri, menjalani hari, belajar untuk jadi lebih baik di tiap langkah hidup. Aku mencintaimu tanpa alasan, dan aku harap, kamu pun demikian padaku.

Aku tak punya cukup janji untuk diobral padamu. Aku tak punya cukup mimpi untuk kugantung di anganmu. Aku tak punya cukup tawa untuk selalu, tanpa kecuali, membuat harimu berseri. Aku cuma punya cinta, cukup untuk setia menjalani hari bersamamu, untuk tidak menyerah selama kamu pun masih menjadi teman seperjuangan.

Iklan

3 thoughts on “Aku Takkan Bilang

  1. Wah… mantap sekali… I love this very much… It’s true… the sooner a couple know that both of them realize about this reality, they will understand each other better

    keep writing 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s