Muluk Yang Nyata

Kebutaan ini pilihan, bukan suratan.

Pertahanan ini disusun dengan penuh kesadaran, bukan kebetulan.

Sebelanga firasat dibuat berantakan oleh setitik harapan, atau mungkin sengaja kusumbat telinga dengan kapas. Atau mungkin semesta pun tak menentu, bingung antara takdir dan keteguhanku. Mungkin ia sedang mencari penghapusnya yang hilang.

“Apa kabar” menjadi lima menit paling berarti yang mendefinisikan 23 jam 55 menit sisanya. Alasan tunggal supaya sebuah hari layak dinilai baik. Setidaknya sang pemain cadangan sempat mengisi pikiranmu, melengkapi hidupmu, selama 1/288 hari. Oh ya, bolehkah aku sewa satu babak di kembang tidurmu malam nanti?

Butir-butir air mata menampar pipi yang nyata, tapi hangat harap mendedah perih dan panas memar. Aku pura-pura tak mengerti dan memilih menatap mimpi yang jauh lebih manis membuai. Mimpi yang tak akan jadi muluk, kalau saja tak ada kamu di dalamnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s