Satu

Kamu adalah alasan tunggal kenapa aku rajin, tepat waktu tanpa alpa, menyalakan messenger setiap sampai rumah.

Kamu adalah alasan tunggal kenapa aku bangun awal tidur larut, agar kalau-kalau di saat teman-teman terdekatmu masih lelap, aku punya kesempatan diajak bicara.

Kamu adalah alasan tunggal kenapa aku tidak menolak pulang selesai kerja sedikit lebih petang dari jam karyawan normal, karena aku harus punya cara menghindar dari sakit hati ketika tidak dicari.

Kamu adalah alasan tunggal kenapa aku harus menyibukkan diri dengan tepung dan telur, dengan nada dan ketukan, dengan ruangan bau keringat dan treadmill; supaya aku punya lebih sedikit energi dan waktu untuk dihabiskan merindukanmu.

Kamu adalah alasan tunggal kenapa ponsel harus kusimpan dalam mode Diam di tempat yang tak langsung tersapu pandangan mata, untuk mencegah patah hati yang kesekian kali ketika namamu tak muncul juga di layar.

Kamu adalah alasan tunggal kenapa kalimat-kalimat ini dibiarkan lari dari batin menuju satu lembar di dunia biner, karena siapa tahu kamu kebetulan membacanya dan kamu tersadar bahwa ada yang menginginkanmu.

Kamu adalah alasan tunggal dari segala kewarasan yang harus pura-pura dilakukan demi kegilaanku terhadapmu. Kamu adalah alasan tunggal dari setiap absurditas yang kujadikan normal agar setidaknya hati dan otakku satu kubu. Kamu adalah alasan tunggal dari eksistensi. Kamu, satu, yang mengubah hidupku secara total tanpa kecuali, tanpa tetapi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s