Demi

Dipecundangi angan, ditertawakan asa. Cinta ini adalah kekalahan telak sejak awal, yang entah kenapa dipertahankan sampai rindu menahun dan hati menua. Sampai langit biru harus diperca jadi serpihan abu-abu. Apa sih yang enggak demi kamu?

Hidup jadi siklus kekecewaan tanpa henti. Menunggu, lelah, memutuskan untuk pergi, lalu mimpi tentangmu muncul lagi dan aku kembali berharap, kalau-kalau besok keajaiban terjadi. Lalu putar saja siklus itu sekali lagi. Apa sih yang enggak demi kamu?

Mungkin malam ini akan jadi malam terakhir aku meneteskan air mata demi kamu. Mungkin. Tolong bantu aku. Jangan muncul lagi di mimpiku dengan tawa cantik dan sikap sempurna seperti tadi malam dan malam-malam sebelumnya. Semoga malam ini kamu tiba-tiba teringat akan aku, teringat akan muka murung yang kamu tak pernah tahu bahwa kamulah penyebabnya, lalu diam-diam kamu mengharap senyumku kembali. Meski harus kubakar hati ini sampai hangus. Tolong aku, sekali ini saja, kamu berkenan melakukan sesuatu demi aku.

Iklan

2 thoughts on “Demi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s