Risalah


Minggu kemarin, aku berdoa pada Hyang Widhi: aku ingin melupakanmu. Lalu Dia membalas dengan sebuah mimpi indah tentang kamu malamnya.

Malam kemarin, aku menangis dan menetapkan hati: kamu toh tidak datang saat aku perlu. Kamu tidak pantas diberi waktuku. Tapi tembok baja itu runtuh seketika saat tadi pagi, kamu bertanya mengapa aku risau.

Semesta mengolok-olokku, bisikan Tuhan tak mampu kudengar, dan aku hancur makin lebur. Aku harus apa, ketika pergi bukan pilihan sementara tinggal juga tak membawamu dalam dekap?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s