Perahu

Kita adalah dua sampan terombang-ambing di tengah samudera hidup. Bukan sebuah perahu dan sebangun dermaga, bukan sederu ombak dan sejenjang pantai.

Mencintaimu bukan sekedar aku berlayar, menemukan kamu yang diam menunggu di mercusuar. Mencintaimu bukan sekedar membajak perahu, lalu membiarkan milikku hanyut dilelap air garam. Mencintaimu adalah menyamakan kompas, menata irama dan kemudi agar angin tak mampu memecah arah kita, badai tak membuat kita panik dan berebut papan Karneades.

Mencintaimu adalah percaya, bahwa ribuan perahu lain tak akan membuatmu hilang arah. Mencintaimu adalah keberanian untuk memberi tanpa menghitung untung-rugi. Mencintaimu, masih aku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s