Kurcaci

Tujuh kurcaci itu mencintai Putri Salju. Semua juga tahu: dia rupawan, dia mungkin titisan kahyangan, dia terlalu di atas untuk diungkapkan dengan bahasa. Mungkin cuma sang ratu yang tidak cinta – ah, berdasarkan sistem konsensus, mayoritas selalu menang kan? Berarti Sang Putri memang layak dipuja.

Tapi di antara tujuh itu, ada satu yang diam-diam mencintai Sang Putri lebih dari keenam lainnya. Ada satu yang akan bangun paling pagi, tidur paling larut, hanya untuk mendapat kesempatan mengawati wajah tidur yang jauh lebih indah dari mimpi manapun. Wajah yang bisa membuat lupa waktu, lupa ingatan, lupa daratan. Ada satu kurcaci, yang tak pernah absen merunut ranjang-ranjang kecil itu ketika mereka berderit kena gerakan tidur Putri. Yang akan muncul paling belakang di barisan, karena takut pujaan hatinya dapat melihat sinar yang berbeda dari matanya. Walaupun jauh di dalam nuraninya ia tahu, Sang Putri tidak akan pernah punya cukup waktu untuk menatap matanya. Walaupun dia sadar, Putri akan mencari seorang Pangeran untuk dijadikan sandingan hati. Bukan kurcaci.

Ada satu kurcaci, yang menyiksa dirinya dengan cinta yang cuma sehati. Putri itu kamu. Kurcacinya aku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s