Lilin

Ada satu lilin di dada
nyalanya terang, hangatkan seisi diafragma
Terpa rindu disangkalnya
hembus ragu tak memadamkannya
olok-olok tak membuatnya meleleh lebih deras

Nyata lilinku, semu anganku
Ingin kutiup biar pergi perih, namun ia hanya mendingin membeku
Utuh kembali, ia tegak menantangku:
seribu senja berlalu, tak sehasta cintaku beranjak darimu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s