Martir

Aku adalah martir bagi keyakinan atas cintamu.

Sebuah siang menyeringai,
“satu hati akan dieksekusi, hari ini.”
Di hadapan meja berpelitur mengkilat
dan palu yang dilap sampai aus
aku beringsut di kursi sepon hijau.

Terborgol jiwa oleh kenangan
terjerat akal oleh pasal harapan
kubacakan puisi sebagai pledoi
kuurai kisah sebagai eksepsi
namun saat ketuk ketiga bergema
aku tahu, selamanya aku tetap residivis cinta

Seorang martir menatap nanar
pada opsi kematian yang dibaca jaksa
tak ada pengacara yang bisa tawar-menawar
dan kasasi terlampau mahal untuk ia bayar

Seorang martir, dieksekusi hari ini
hatinya berakhir di anyaman doa
yang dulu ia gantungkan terlalu tinggi ke angkasa

Iklan

4 thoughts on “Martir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s