Kita Tidak Mengintai Awan

Kita tidak mengintai awan, karena awan tak bersembunyi dari pandang. Dia tidak bertahan lebih lama karena kamu memuji keteduhannya, dia tidak gusar ketika kamu merutuki hujan yang dia gelontorkan.

Kita tidak mengintai awan, karena seterik apapun langit, dia hadir meski cuma setitik. Mungkin segumpal di sepinggan langit lain yang tak terjangkau netra.

Kita tidak mengintai awan, karena harus diakui, kita tak cukup peduli. Untuk apa campur tangan dengan kerjaan mereka di badan meteorologi?

Kita tidak mengintai awan, sewajar aku yang tak mengintaimu. Sewajar aku yang rindu masa lalu, ketika aku perlu usaha ekstra untuk menemuimu. Sewajar kamu yang tak tahu,
mataku melihatmu di gurat semesta,
telingaku mendengarmu di bisik jagad raya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s