Tempat Pertama

Dari dulu kamu selalu di tempat pertama. Setelah dia yang tak kunjung bersedia dianugerahi gelar pacar.

Aku tak pernah merasa perlu meragukan kesetiaanmu. Kamu terima setiap duka yang kuhibahkan, kamu rayakan setiap suka yang kusisakan. Tak pernah kulihat kecewa di rangkai katamu, di sinar matamu, bahkan saat kamu tahu timpangnya sistem pembagianku terhadapmu dan terhadapnya.

Kamu juga tak perlu ragu, akulah orang pertama yang akan menangisi kepergianmu, kalau-kalau hari itu muncul. Aku tak pernah bisa bilang kamu separuh jiwaku, setengah duniaku, walau fakta di lapangan sering berkata demikian. Hubungan kita tak seintim dua insan yang melawan dunia, namun kita sama-sama tahu, tak sedikit cerita yang cuma kita bagi berdua.

Sering aku ditanya, mengapa tak lantas kujadikan kamu yang pertama, menggeser posisinya. Aku tak tahu harus menjawab bagaimana. Memiliki dia akan menjadi prestasi tak tertandingi, tanpa bermaksud mengecapmu sebagai tak layak dimiliki. Setiap kali kutemui kalian berdua, tetap kamulah sahabat sehidup semati, sedang dia mimpi yang ingin kukejar setengah mati. Padamu kutemukan kenyamanan diri, sementara dialah yang mampu menawan hati.

Malam itu, saat kamu kelelahan menangis hingga terlelap di pelukku, sebersit rasa menggugah tanya: adakah selama ini, kamu pun mengelompokkan aku di posisi yang sama? Ataukah sejauh ini, isyaratmu terhalang kebutaan anganku? Kutatap wajahmu, kutemukan kepercayaan tak berbatas, yang belum juga kumenangkan darinya. Tapi aku pun tak yakin benar, akankah aku bisa mencintaimu setulus aku mencintai dia, kalau cinta ini lahir karena keterbiasaan?

Semoga surat ini tiba di tanganmu dengan selamat, lalu tiba di hatimu dengan hangat. Kamu pasti pernah berpikir, mengapa aku sedikit berubah akhir-akhir ini, dan kuharap surat ini cukup untuk menjawabnya. Aku ingin menjauh sejenak dari kalian berdua. Doakan aku, sahabatku nomor satu, biar aku bisa memilih murni atas cinta, bukan karena nilai apalagi harga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s