Surat Hari Kamis – 30 Hari Menulis Surat Cinta #6

Cinta memang membuat manusia melakukan hal-hal tak terduga. Aku sendiri, contohnya. Sejak mencintaimu secara rahasia.

Kita ketemu cuma seminggu sekali. Setiap Kamis sore, di pertemuan mingguan klub karate kampus. Setiap Kamis sore, kamu sukses membuat mataku terpaku. Sejak tiga tahun lalu saat kita sama-sama mahasiswa bau kencur.

Selama tiga tahun itu juga, aku konstan menulis surat untukmu: surat tak beramplop apalagi berperangko. Surat-surat ini berakhir di buku harianku, tersamar sebagai entri biasa yang kutulis pada sebuah hari Kamis.

Kamu tentu akan bertanya, mengapa harus menulis surat kalau toh tak kukirimkan? Aku juga tak sepenuhnya tahu. Mungkin aku cuma malu, atau memang cukup gila untuk menulis surat tanpa memberinya sayap. Atau mungkin karena surat-suratku memang tak layak untuk kaubaca sekalipun kukirim. Kurasa inilah alasan yang paling masuk akal sekaligus paling mendekati kebenaran. Surat-surat ini kutulis lebih untuk aku sendiri, sebagai dokumentasi akan pertemuan mingguan yang selalu kunanti.

Kamu akan bertanya lagi, seberapa panjang tiap suratku kalau harus menceritakan isi pertemuan klub yang tak pernah kurang dari dua jam? Wahai pujaan hatiku, tak perlu aku merinci setiap kejadian untuk bisa mengingatmu. Aku cuma perlu satu kata untuk merangkum satu pertemuan. Satu kata, di posisi yang sama pada setiap surat. Mungkin kedengarannya mustahil dan aneh, tapi aku tidak sedang bergurau. Kamu begitu bermakna hingga kusisihkan tempat terluas di otak kecilku. Satu kata adalah lebih dari cukup untuk memancing ingatan, saat kubaca ulang Surat Hari Kamisku.

Sore ini kita bertemu untuk kali terakhir sebelum kita maju ke fase hidup lebih lanjut. Kita diwisuda bulan lalu, dan minggu depan kamu akan mulai bekerja di luar kota. Surat yang kutulis ini akan jadi penutup kegilaan merangkum kamu dalam satu kata. Semoga rangkumanku hari ini tak terlewat oleh mata lentikmu: kata pertama di tiap suratku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s