Firasat

Aku begitu percaya bahwa aku tak mampu mendengar suara Tuhan. Dan bahwa apa yang kupikirkan takkan pernah sesuai dengan yang Ia lakukan. Sampai-sampai aku justru curiga saat rentetan peristiwa berjalan persis sesuai firasat.

Dulu aku pernah percaya, mimpi bertema cinta tentang seorang yang tak terduga dan tak kukenal dekat, adalah petunjuk bagi kisah yang hendak datang menghampiri. Sudah kubuktikan juga, bahwa di saat firasat tak muncul, tak ada gunanya menjatuhkan hati. Yang ada cuma pecahan minus roman.  Dan bukan cuma sekali ini terjadi. Aku pernah bermimpi yang terasa jauh di luar akal, namun akhirnya jadi nyata; pernah juga sampai memohon kehadiran sang mimpi, demi mendukung perjuangan hati. Walau mimpi hasil rekayasa tak pernah punya implikasi apa-apa.

Suatu malam di minggu yang lalu, aku memimpikanmu. Paginya aku meringkuk lebih lama dalam selimut, walau mata lebar terbuka. Aku bangun dengan sebuah keyakinan supersolid bahwa kamulah komponen “kita” yang selama ini tak ketemu. Namun semakin matahari meninggi, mencair pula keteguhanku. Aku ragu untuk percaya pada firasat yang telah menghilang sekian lama. Semakin ragu ketika kamulah yang muncul, setelah sekian musim kita lalui tanpa pernah semesta kita bersinggungan, selain judul status “kenalan/teman”. Dari mana aku bisa tahu, masihkah firasat ini relevan? Mungkinkah seiring bertambahnya usia dan berkembangnya wawasan, pola mimpi yang lama harus direvisi dan dimaknai secara beda?

Entah mengapa, jagad raya suka bercanda di saat aku justru bersikap serius. Beberapa hari setelahnya, aku mengawali hari dengan memikirkanmu; bahwa kita akan bertemu di hari itu, dan kita akan untuk pertama kalinya, berbagi kata dan tatap mata. Tiga perempat hari berlalu tanpa kabar darimu, tapi layaknya ibu peri yang menemui Cinderella hanya saat malam tiba, seperempat hari sisanya berjalan sesuai yang digambarkan angan. Menyisakan tanya, apakah untuk pertama kalinya Tuhan berbaik hati bicara dengan bahasa yang mampu nuraniku mengerti, atau semua ini cuma ilusi, kebetulan yang tak sengaja cantik?

Aku tak mengerti.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s