Dialog: Rasa Dan Akal

Kamu tidak sebodoh itu untuk cari mati, kan?

Tidak, aku cuma sedikit ceroboh untuk kecurian hati.

Kamu tidak pernah belajar dari pengalaman.

Aku cuma tidak pernah hilang harapan.

Aku bosan menghitung rugimu.

Aku tak merasa kehilangan apa-apa dari memberi.

Kenapa cuma setengah-setengah memagari diri?

Karena setiap jiwa perlu udara segar untuk bertumbuh. Begitupun aku.

Kuserahkan diriku padamu. Aku saja yang mencintainya, karena aku tahu batas.

Cinta bukan rentenir air mata. Tanpaku, cinta cuma akan kauperdagangkan.

Suatu hari kita akan setuju tentang sesuatu. Tentang seseorang. Sebelum saat itu tiba, temani aku memelihara cinta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s