Bahwa Mimpi

Bahwa mimpi adalah bunga tidur,
aku juga tahu, Sayang.
Tapi aku tak pernah diingatkan
kalau bunga, tangkainya mungkin berduri.

Bahwa bunga apik dirangkai,
aku selalu tahu, Sayang.
Tapi aku tak pernah diingatkan
kalau setiap tangkai yang ditata
kutancap tepat ke jantung rinduku
yang cuma ada satu.

Bahwa mimpi membawa dadu,
taruhan waktu dengan aku
aku terlalu tahu, Sayang.
Tapi aku tak pernah diajarkan
untuk mengusir senyum manismu
dari mimpi pengecut yang tak berani muncul di terang hari.

Dan bahwa aku tak bermimpi
saat bercerita padaNya: aku mencintaimu,
aku selalu mau, Sayang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s