Kamu Dan Daun

Kamu adalah embun pagi. Jatuh dari tahta angkasa, hinggap di daun mungil.

Kamu dan daun itu ialah siratan makna “serasi”. Di tengah udara yang tak bernyawa, kamu tak teridentifikasi. Di atas lembar berklorofil, kamu medium manifestasi spektrum warna. Daun itu pun bukan apa-apa tanpamu. Tanpa kilau kerlingmu, matahari adalah mahadahsyat yang tak terhingga; lewat pantulanmu, ia ibu yang memancarkan hangat sukma.

Pada ayunan daun kamu terbuai. Ditemani mimpi akan keabadian yang cantik. Kamu lupa, kalian bukan satu tapi dua. Kalian tak pernah saling memiliki. Raga kalian saling sentuh, namun jiwa – bukan kalian yang penentu.

Kamu baru sadar mimpimu sia-sia saat keseimbanganmu hilang. Saat ayunan yang berirama, mendadak berubah jadi getar gempa. Kamu telah menggelincir hingga ujung daun yang lancip. Kini pilihanmu cuma dua: bergelayut pada bahu gravitasi, menelusuri hitam pertiwi; atau menunggu dihanguskan surya dan kembali ke angkasa.

Bagi bumi, kamu mungkin tak berarti. Tapi jutaan sepertimulah yang mengakibatkan “hidup” punya definisi.

Dari angkasa, kamu bisa mengagumi indah dunia. Namun tak lama kamu akan jatuh lagi, mendapati diri dengan mimpi yang sama, dengan kuncup daun, kelopak bunga, atau apapun itu, di padang bumi entah yang mana.

Kamu belum rela memilih, karena kamu berharap ada pilihan ketiga: meresap hanya ke dalam daun yang kamu pilih, memeluk jiwanya, menjadi darahnya. Bukan ke sembarang pori tanah, bukan ke sembarang lautan awan. Bukan juga di tempatmu sekarang, susah-payah bertahan sendirian, sedang pijak hati sudah timpang.

Di tengah pertarungan sengat cahaya dan magnet gravitasi, kamu nikmati buaian dia yang kamu cintai untuk terakhir kali. Tidak ada yang abadi, ulangmu dalam hati, menghibur diri. Dia hanya tempat singgah yang kebetulan harus kamu lewati. Suatu hari, saat selesai kewajibanmu mengarung bumi, menyusun awan, menyelam lautan, mungkin, mungkin… saat itulah kamu memahami makna ‘abadi’.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s