Saatnya

Jangan lagi kamu tak terima, mengira aku tak mengerti. Aku sangat mengerti, dan akhirnya bisa menerima. Tak ada lagi yang tersisa untuk dipahami; memang sudah waktunya kamu pergi. Puisimu telah berubah jadi kata-kata yang hilang makna, dan doa-doaku sudah kehabisan dupa. Apalah gunanya?

Menahanmu di sini takkan membawa kita ke mana-mana. Tidak semua pohon tumbuh lurus, satu padu, ke atas. Pohon-pohon paling rindang sering harus melesakkan ranting-rantingnya ke arah yang berlawanan. Kamu datang tepat waktu, dan kamu telah mewarnai sebagian dari kanvas hidup yang belum terisi. Kini jika kamu harus pergi, aku akan percaya – setidaknya berusaha – bahwa ini juga tepat waktu. Mungkin, kalau kamu tinggal lebih lama, komposisi lukisan ini akan menjadi janggal.

Sudah saatnya kamu berjalan mendekat sesuai kiblat kebahagiaanmu, dan tak seharusnya ada seorang pun yang menghalangimu. Kalau semesta mampu menghadirkanmu tepat saat aku membutuhkannya, maka ia pun mampu mendatangkan siapapun kelak yang akan aku perlukan.

Kembalilah ke tempat kamu seharusnya berada: sejauh mimpi dari fakta. Sejauh jarak antara kewarasan dan lamunan siang. Sejauh ruang kosong antara garis horizon dan pelangi cantik yang busurnya selesai di derajat 120. Sejauh apa harus kutempuh enam puluh derajat sisanya? Tak ada yang tahu. Bisakah kita menarik garis lurus antara ujung itu langsung ke bumi? Tak bisa manusia menduga. Ruang kosong itu adalah kotak pandora: variasi vektor yang bisa ditempuh, ke seluruh jagad raya arahnya, infinit jumlahnya. Dan untuk setiap kata “coba”, perlu ada kata “cukup” untuk menggenapinya.

Pergilah, biar aku kembali ke petak bumi tempat aku dulu menjejak kaki. Pergilah, takkan lagi aku meminta kamu di sini, sambil cemas akan setiap “esok” yang mungkin tak lagi memilikimu sebagai pilar penyanggahnya. Pergilah, demi sebuah cinta yang kita percayai tak pernah salah, ke manapun kita dibawanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s