Hari ke-3: Gadis Penjual Korek Api

gadis penjual korek api, matanya jalang membakar nyali
belasan tahun ia lalui, di petak selebar lima kaki
panas dingin tunduk pada tangguhnya
terik salju pada gigihnya

gadis penjual korek api, hatinya usang dimakan rindu
akan seorang ibu yang tak pernah ketemu.
pandang-pandang jengah tak surutkan jengkahnya
ciprat hujan tak hanguskan sumbu energinya

gadis penjual korek api, menatap iri langit tahun baru
berharap keajaiban terjadi, ia nyalakan korek satu-satu
tapi tak ia jumpai kembang api
cuma bintang jatuh yang tiba-tiba mampir

gadis penjual korek api,
jauh melebihi mimpinya sendiri
kini berpendar di atas sana
menghiasi langit.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s