Hari ke-4: Surat

Kamu tentu pernah dengar tentang six degrees of separation. Enam derajat pemisahan. Bahwa setiap orang di dunia dapat terhubung dengan setiap orang lainnya lewat maksimal lima orang sebagai penghubungnya. Teori yang dulu pernah kuragukan, tapi ternyata punya dasar matematis, dan kini justru kuharapkan benar.

Aku harap surat ini tiba di tangan lima orang yang tepat, yang membentuk rantai linear, dengan orang kelima sebagai kenalanmu. Atau lebih baik lagi, kenalan dekatmu. Lebih lagi, cukup berbaik hati untuk meneruskan surat ini kepadamu.

Aku tahu apa yang akan terjadi, sekalipun kamu membaca tulisan ini hingga titiknya yang terakhir: cuma sekedar surat, tak bernama, tak bernyawa, yang akan kamu ragukan keasliannya, kamu ragukan subjek tujuannya. Tidak apa-apa. Sudah terlalu banyak kutulis namamu: di awan yang kulihat tadi pagi, di billboard jalan raya yang kulihat tadi siang, di sketsa gambar, di komputer, dan tentu, di doa. Kalau kutulis lagi di sini, aku bisa…

… mati, mungkin, keracunan harapan, overdosis impian.

Kamu akan bilang, atau setidaknya merespon dalam hati, aku terlalu banyak mimpi. Itu benar. Kamu akan bilang siapalah aku untuk bermimpi bisa memikatmu. Itu juga tidak kalah benar. Kamu punya terlalu banyak pilihan, yang semuanya mungkin cuma punya kamu sebagai pilihan. Cinta, tampaknya, memang bukan masalah keadilan. Untukku apalagi, mungkin tepat disebut kenihilan.

Sebelum kamu membuang surat ini jauh-jauh, menggerutu betapa tidak koherennya setiap paragraf tersusun, izinkan aku mengatakan satu hal. Satu hal yang kita sama-sama tahu. Nomor satu di pikiranku tapi bagimu cuma angin lalu. Kamulah duniaku dan aku menginginkanmu.

Kalaupun ini tak berarti bagimu, kuharap kamu menganggapnya lucu. Atau mungkin sekedar basa-basi tersenyum. Tidak apa-apa. Setidaknya ada suatu hal yang pernah kamu lakukan khusus untukku. Sesederhana melengkungkan ujung bibir. Tidak apa-apa. Terima kasih.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s