Hari ke-10: Janji

“Promise me you’ll never let me go,” katamu sambil membelai wajahku.

Hati-hati kuraih tanganmu. Kini kita tegak berhadapan dengan jari-jari terpaut.

Lalu aku menggeleng.

“You won’t?” ada kecewa di suaramu. Ada luka di matamu.

“Membiarkanmu pergi tidak sama dengan menyuruhmu pergi. Aku mau kamu selalu punya kebebasan itu. Kamu layak mendapatkan apapun, siapapun yang layak mendapatkanmu. Kalau saat ini kita memilih untuk bersama, apakah ini pilihan yang benar? Aku tidak tahu. Tidak juga kamu. Kalau suatu hari kita kembali berjalan sendiri-sendiri, apakah itu pilihan yang lebih benar? Aku juga tidak tahu.

“Aku hanya tidak ingin kamu bertahan di sini gara-gara terjebak satu janji bodoh di lain hari. Kalau sudah saatnya kamu harus pergi, pergilah. Kalau aku masih berkesempatan mendapatkanmu di sisi, aku akan jauh lebih bahagia. Tapi kamu bebas… Karena cinta, lebih dari sekedar kata-kata…”

Mungkin ini cuma perasaan. Tapi rasanya kamu memelukku lebih erat malam itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s