Hari ke-13: Jendela

Kamu mau tahu rasanya mencintaimu?

Seperti ini.

senja berdebu

Seperti menyaksikan senja meledak dari balik jendela berdebu. Debu yang melekat di lapis luar kaca, yang tak bisa kamu hapus kecuali kamu mau taruhan nyawa bergelantungan di gedung dengan nomor lantai belasan.

Kusam, tak nyata, jauh, tak sempurna. Kamu tahu itu merah, tapi yang retinamu dapat cuma merah kehitaman. Kamu tahu itu garis ungu, tapi di pandangmu menjadi segmen-segmen ungu yang digarisi debu. Kamu tahu ada awan, kolosal dalam perarakannya pulang; tapi jangankan menyentuh, mengagumi saja cuma bisa kamu lakukan dari balik kaca. Yang berdebu.

Apik, menggugah, menghembuskan aura yang membuatku betah diam berlama-lama. Tapi cuma itu. Berhenti di situ. Itu, mencintaimu.

Iklan

One thought on “Hari ke-13: Jendela

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s