Hari ke-14: Langkah

Seminggu. Entah kenapa tiap mengingatnya aku jadi gugup.

Tahun berapa kita terakhir ketemu? Aku tak ingat. 2004? 2005? Yang aku ingat cuma langkah kakimu yang mengetuk lantai koridor tiap kali aku memutar lagu kesukaanmu. Beserta kemunculanmu yang tiba-tiba di pintu kamarku. Beserta cerita-cerita panjang yang mengikutinya. Aku masih belum paham jelas bagaimana kamu bisa mendengarnya, karena kamarmu jauh di ujung koridor, tapi kamu tak pernah gagal muncul dalam sepuluh detik pertama lagu itu.

Masih samakah ritme langkahmu sekarang? Mungkin tidak. Mungkin sepatu balet itu sudah diganti dengan sepatu hak tinggi sekarang. Mungkin tas ranselmu telah berganti tas jinjing berlogo mahal. Mungkin langkahmu tak lagi tergesa-gesa. Mungkin kamu sekarang melangkah dalam keanggunan, dengan ketukan yang terjaga.

Sungguh, akan menjadi sebuah ujian bagiku untuk mengenali langkahmu di bandara minggu depan. Tolong siapkan petunjuk cadangan. Kalau-kalau di telingaku langkah-langkah membaur jadi satu, tatap aku dengan senyum manismu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s