Sekarton Telur

Halo, Kawan.

Berhari-hari aku memikirkan celetukmu kapan lalu. Kurasa kamu benar.

Hari itu kita bertemu di pasar swalayan. Tak sengaja. Di depan tumpukan telur, dalam karton-karton isi dua belas butir. Aku tengah menyortir karton demi karton, untuk mendapatkan satu paket yang utuh tak bercela. Kamu memandangiku heran, karena aku mulai menyortir sebelum kamu tiba dan masih belum selesai saat kamu sudah hendak beralih ke rak sayur.

Kamu bertanya, kenapa aku belum selesai juga. Aku bilang, karena dari tadi tak ada karton yang sempurna. Ada yang hampir sempurna, namun satu telur di ujung belakang mulai retak. Dan aku tak mau resiko pulang dengan kantong plastik basah, amis, gara-gara telur pecah.

“Ya udah, tuker aja yang satu itu sama satu biji yang oke dari karton lain. Beres kan?”

Mendengar jawabmu tak ubahnya mendengar berita pendaratan manusia di bulan kali pertama. Seperti apa wajahku saat itu, Kawan? Melongo lebar? Tatapan mata yang meneriakkan ‘eureka’? Demi apapun juga, tak pernah terlintas di benakku untuk melakukan hal itu, bahkan dalam jangka tahunan aku bolak-balik ke pasar swalayan. Aku tidak cukup peduli untuk ambil repot menata ulang karton telur di pasar swalayan, di depan rak bermesin pendingin empat derajat Celcius, apalagi dengan resiko menyentuh cairan telur yang pecah, yang baunya…

“Kayak hidup, ya,” tahu-tahu kamu berkata. Dengan mata jenaka.

Saat itu aku tak mengerti. Tapi sekarang, kurasa aku bisa mulai mengeja. Gara-gara satu telur rusak, aku membuang satu karton. Sedangkan kamu, sudi repot-repot menukar telur dari dua karton demi bertahan pada satu karton yang sudah memenuhi 11/12 syarat. Kurasa aku mengerti.

Terima kasih untuk ajaran kecilmu, Kawan.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s