Hari ke-18: Hantu

Karena terkadang, menjadi tahu akan sesuatu menjadikannya hantu. Bagaimana logikanya, ketika pengetahuan berarti jawab, terang akan sebuah masalah, namun justru jadi hantu? Bukankah harusnya ketidaktahuan adalah gelap yang lebih menakutkan? Aku tak mengerti. Dan kamu tetap memilih membiarkan tanya menggantung di udara. Menguap terbungkus karbon dioksida.  

Rindu

Rinduku nekat mendaki puncak cinta, dan kini ia terkatung di ujung tanduk inginkanmu tahu, cerita usang yang sebentar lagi digudangkan. Aku menyanggahnya, “Relakan, Rindu, relakan, dia tak patut dibebani dengan rasa yang tak ingin ia kecap Omong kosong, persetan tentang kejujuran tetap aku akan naif di sini, memunguti bayangnya untuk kukagumi.” Angin menampar, mentari tertawa […]

Jaga

Jangan kaulesatkan cintamu seperti kembang api. Pendarnya mudah ditiup mati malam, takkan menang dari silau siang. Jangan kaugelincir cintamu seperti bintang jatuh. Membelalakkan jutaan pasang mata, tapi padam dalam hitungan detik. Menyala mewah untuk pecah, hancur, lumat ditumbuk kelam. Jaga nyala cintamu: beri ia kalori secukupnya, agar ia tak memuai menyesak relung dada; jangan pula […]