Bahwa Mimpi

Bahwa mimpi adalah bunga tidur, aku juga tahu, Sayang. Tapi aku tak pernah diingatkan kalau bunga, tangkainya mungkin berduri. Bahwa bunga apik dirangkai, aku selalu tahu, Sayang. Tapi aku tak pernah diingatkan kalau setiap tangkai yang ditata kutancap tepat ke jantung rinduku yang cuma ada satu. Bahwa mimpi membawa dadu, taruhan waktu dengan aku aku […]

Kamu Seperti

Kamu datang bagai hujan sederhana, manis, tak berarti – kelihatannya – namun membawa guntur dan rantaian halilintar di belakangnya. Kamu adalah pusaran air menakjubkan mengundang tanya menggelitik rasa namun sekali kuinjakkan kaki hanyut selamanya, adalah harga mati. Kamu mewarnai langit selincah pelangi yang memainkan pensilnya namun selalu lupa menggambar habis ke ujung dan sejauhpun langkah […]

Kerlip Kecil Di Meja Nakas

Kerlip kecil di meja nakas memanggil anak-anak yang hilang, pulang: para pengembara lintas waktu yang usianya lupa untuk lanjut Kerlip ┬ámungil di meja nakas, semburkan merah muda Kalau saja tak minus detak dan nyawa mungkin telah kupindah ke kamarmu ke gamangmu ke kosongmu yang acap kaukeluhkan padaku Kerlip kecil di meja nakas sisakan ceruk yang […]

Untitled

Seribu hari kita lalui erat kudekap, cinta tak tersurat langkah lakumu masih desirkan dada Apalah dayaku? Meraihmu, adalah mimpi yang pelan-pelan mati Anganku kehabisan napas tinggal sumbu hangus, di ujung doa-doa Ungkap sayang yang tak terucap luruhkan yakinku Aku bukan siapa-siapa, ternyata; namaku bukan saklar yang buat matamu berbinar genggamku bukan yang membuatmu hangat dan […]

Pelangi

merah di pipimu jingga dipercik senja kuning melebur antaranya hijau semak tempat kita terlentang biru menghapus dirinya dari pigura langit nila menyeruak di ufuk barat ungu menjemput malam yang tengah mendandani diri dengan kerlip bintang semenjak mencintaimu aku tak lagi butuh pelangi.

Kita Tidak Mengintai Awan

Kita tidak mengintai awan, karena awan tak bersembunyi dari pandang. Dia tidak bertahan lebih lama karena kamu memuji keteduhannya, dia tidak gusar ketika kamu merutuki hujan yang dia gelontorkan. Kita tidak mengintai awan, karena seterik apapun langit, dia hadir meski cuma setitik. Mungkin segumpal di sepinggan langit lain yang tak terjangkau netra. Kita tidak mengintai […]

Purba

Tanggal berputar. Usia bertambah. Waktu menyempit. Tak ada yang tinggal diam. Atau: tak ada yang mau tertinggal, cuma karena terlalu lama berdiam. Harapan bertunas, dikarbit mimpi, hanya untuk lapuk dimakan waktu. Ratusan tanda diselipkan di tiap celah kesempatan, tapi satu-persatu punah dievolusi zaman. Kecuali kamu. Cinta paling purba dalam hatiku.

Tuhanku

Tuhanku, aku tak sedang mengujiMu. Aku yakin kuasaMu terlampau mewah untuk cinta fana seorang anak manusia. Tuhanku, bukan maksud hamba menjebakMu dengan modal lemparan dadu sedang aku bertaruh dengan cintaku. Tuhanku, mari kita sudahi permainan ini Kamu padaku, aku padanya cinta-cinta yang merantau dan lupa pulang selayak panah terlesat, bukan bumerang. Tuhanku, ketukkan paluMu, penjarakan […]

Lilin

Ada satu lilin di dada nyalanya terang, hangatkan seisi diafragma Terpa rindu disangkalnya hembus ragu tak memadamkannya olok-olok tak membuatnya meleleh lebih deras Nyata lilinku, semu anganku Ingin kutiup biar pergi perih, namun ia hanya mendingin membeku Utuh kembali, ia tegak menantangku: seribu senja berlalu, tak sehasta cintaku beranjak darimu.